Tuesday, November 22, 2016

Belum Tahu Arti Root Pada Android? Yok Pelajari Disini

Pengertian istilah root pada android
Zaman semakin maju dan semakin canggih, kalau dulu kita sudah bangga menggunakan nokia N73, dan sekarang sudah merasa seolah ketinggalan zaman, maka banyak orang berbondong-bondong membeli android, karena banyak kelalaian yang bisa kita nikmati disana, seolah kita 'menggenggam dunia'. Iya benar sekali, belahan dunia manapun kita bisa menjangkau hanya dengan bermodalkan quota atau wifi.

Kadang kita ingin android tampil fresh dan beda dengan yang lain, tapi langkah itu terhenti karena syarat penginstalan aplikasi tersebut harus di 'root' terlebih dahulu, dan istilah root sudah sering kita dengar dimana-mana, tapi sejauh manakah kalian paham tentang istilah tersebut?

Pada kesempatan ini saya akan coba uraikan apa itu root. Root atau rooting adalah proses yang memungkinkan pengguna smartphone, tablet, dan perangkat lain yang menjalankan sistem Android operasi mobile untuk mencapai kontrol istimewa (dikenal sebagai akses root) atas berbagai subsistem Android.

Bagaimana maksud kontrol istimewa?

Kita bisa merubah menu, bentuk/tampilan atau apapun se kehendak kita, misalnya sobat tidak suka dengan aplikasi bawaan pabrik, misalnya : pesan, bloototh, galery, kontak dan lain sebagainya.

Jika sobat ingin menghapus aplikasi tersebut sudah bisa dipastikan tidak bisa, karena tidak ada menu hapus dan tidak ada izin. Nah, agar bisa dihapus, kalian harus mendapatkan izin hapus, atau istilahnya kita mendapatkan akses root, maka wajib kita root dulu android tersebut. Tapi ada banyak resiko yang sobat tanggung, salah satunya GARANSI tidak bakalan berlaku lagi, selebihnya kerusakan tak disangka terjadi pada android, misalnya rentan terkena malware atau kerusakan sistem, error, bootloop, softbrick, dan hardbrick.

Android menggunakan kernel Linux, rooting perangkat Android memberikan akses yang mirip dengan administrasi (superuser) hak akses seperti pada Linux atau sistem operasi Unix-seperti lainnya seperti FreeBSD atau OS X.

Rooting sering dilakukan dengan tujuan mengatasi keterbatasan dalam mengakses sebuah perangkat. Dengan demikian, rooting memberikan kemampuan (atau izin) untuk mengubah atau mengganti aplikasi sistem dan pengaturan, aplikasi khusus menjalankan (aplikasi) yang membutuhkan izin administrator-level, atau melakukan operasi lain yang dinyatakan tidak dapat diakses untuk pengguna Android normal. Pada Android, rooting juga dapat memfasilitasi penghapusan lengkap dan penggantian sistem operasi perangkat, biasanya dengan rilis yang lebih baru dari sistem operasi saat ini. 


Akses root kadang-kadang dibandingkan dengan perangkat jailbreaking menjalankan sistem operasi Apple iOS. Namun, ini adalah konsep yang berbeda: Jailbreaking adalah bypass beberapa jenis larangan Apple untuk pengguna akhir, termasuk memodifikasi sistem operasi (diberlakukan oleh 'bootloader terkunci'), menginstal non-resmi aplikasi disetujui melalui sideloading, dan memberikan pengguna hak administrasi tingkat tinggi (rooting). Hanya sebagian kecil dari perangkat Android mengunci bootloader mereka, dan banyak vendor seperti HTC, Sony, Asus dan Google secara eksplisit memberikan kemampuan untuk membuka perangkat, dan bahkan mengganti sistem operasi yang sama sekali. Demikian pula, kemampuan untuk sideload aplikasi biasanya diperbolehkan pada perangkat Android tanpa akses root. Oleh karena itu, terutama aspek ketiga dari iOS jailbreaking (memberikan pengguna hak akses administratif) yang paling langsung berkorelasi dengan Android rooting.

Apakah root itu melanggar hak cipta?

Jauh sebelum android dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, para pakar sudah membahasnya tentang legalitas atau tidaknya melakukan root tersebut.

Legality
International treaties have influenced the development of laws affecting rooting. The 1996 World Intellectual Property Organization (WIPO) Copyright Treaty requires nations party to the treaties to enact laws against DRM circumvention. The American implementation is the Digital Millennium Copyright Act (DMCA), which includes a process for establishing exemptions for non-copyright-infringing purposes such as rooting. The 2001 European Copyright Directive implemented the treaty in Europe, requiring member states of the European Union to implement legal protections for technological protection measures. The Copyright Directive includes exceptions to allow breaking those measures for non-copyright-infringing purposes, such as to run alternative software,[32] but member states vary on the implementation of the directive

source: en.wikipedia.org 

Bagaimana sudah mengerti tentang istilah root?

Semoga uraian singkat diatas bisa membuat pengguna android lebih mengerti apa itu root. Jangan lupa coret-coret dibawah jika ada yang belum dimengerti.

Terima kasih atas kunjungannya.


EmoticonEmoticon